 |
| Sumber:blogs.amdocs.com |
Home
Sweet Home! Kalian pasti
pernah mendengar ungkapan yang satu ini. Sesuai dengan ungkapan tersebut, memang tidak ada yang bisa menggantikan
kenyamanan rumah sendiri. Apalagi dengan banyaknya fasilitas elektronik yang meringankan pekerjaan rumah tangga dan membuat rumah terasa lebih nyaman untuk ditinggali. Contohnya TV,
AC, Mesin Cuci, Kulkas, Komputer, Telepon rumah, dll. Bahkan
yang terbaru, ada yang
namanya teknologi otomatisasi rumah. Apa sih otomatisasi rumah itu? Menurut Wikipedia, the free encyclopedia, Otomatisasi rumah adalah pengkhususan dari fungsi
otomatisasi gedung. Maksudnya semua peralatan rumah tangga, dan pekerjaan rumah
tangga, berjalan secara otomatis. Lampu, AC, ventilasi, kunci gembok, dan sistem-sistem
lainnya memiliki kontrol terpusat untuk mendukung peningkatan kenyamanan,
efisiensi energi dan keamanan. Rumah pintar (smart home)
ini
tentu sangat berguna
untuk mereka yang berusia senja dan untuk mereka yang cacat secara fisik.
 |
| Sumber: gstylemag.com |
Popularitas smart
home kian menanjak belakangan ini akibat meningkatnya kecanggihan
dari
Smartphone dan Tablet. Loh, apa hubungannya rumah otomatis dengan
tablet dan smartphone? Well, sistem
rumah otomatis ini mengintegrasikan berbagai peralatan elektronik yang ada di
sebuah rumah satu dengan lainnya. Pemilik rumah bisa mengatur aktivitas lokal
seperti penyiraman halaman, pemberian makan binatang peliharaan, sistem hiburan
di rumah, dan penggunaan robot lokal. Nah, pengontrolan ini dapat dilakukan
melalui komputer pribadi yang terpasang di rumah dan bisa juga di kontrol jarak
jauh melalui internet. Jadi sekarang sudah jelas kan, kenapa tablet dan smartphone berhubungan dengan sistem rumah otomatis? Yap! Dengan
menggunakan smartphone pemilik rumah
bisa mengatur kegiatan di rumahnya bahkan ketika ia tidak ada di rumah.
Beberapa contoh peralatan yang ada dalam smart home yaitu:
- Kamera
yang akan mengawasi bagian luar rumah bahkan ketika keadaan di luar gelap
gulita;
- Lampu LED yang bisa dikontrol warna dan kecerahannya;
- Sensor
gerakan yang akan mengirimkan sinyal ketika ada gerakan di dalam rumah, sensor
ini bahkan bisa membedakan binatang peliharaan dengan pencuri
- Kunci
rumah dan pintu garasi bisa terbuka secara otomatisJika
sedang berada di luar rumah, sinyal dari system keamanan akan langsung menuju
smartphone saat ada masalah di rumah;
- AC, Mesin
cuci, Kulkas, pencuci piring yang bisa di control dengan smartphone
- Robot
Vacuum Cleaner, Robot pemotong rumput
- Interkom
yang menungkinkan komunikasi antar ruang, dan lain lain.
Saat ini kebanyakan sistem rumah otomatis
menggunakan gelombang radio untuk mengontrol alat-alat elektronik yang ada di
rumah. Sistem-sistem yang mendukung teknologi smart home ini diantaranya: Home Seer; Control 4; Crestron, Vera;
Staples Connect, dan masih banyak lagi. Semua system diatas kompatibel dengan
android dan iOS. Beberapa bahkan kompatibel dengan Windows dan MacOS. Hal ini
berarti, rumah juga dapat dikontrol melalui laptop/PC.
 |
| sumber: smarthomeenergy.co.uk |
Sayangnya, untuk membangun rumah otomatis
seperti ini memerlukan biaya yang tidak sedikit. Biayanya sendiri tergantung
pada seberapa ‘pintar’ rumah tersebut. Seorang kontraktor mengestimasikan biaya
yang diperlukan antara $10.000 sampai $250.000 untuk sistem yang memuaskan.
Referensi:
http://home.howstuffworks.com/smart-home.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Home_automation
http://www.informationweek.com/cloud/infrastructure-as-a-service/8-gadgets-for-the-high-tech-home/d/d-id/1204576
http://home-automation-systems-review.toptenreviews.com/
http://www.bobvila.com/smart-home/44435-12-gadgets-to-lead-your-home-into-the-future/slideshow
http://expandedramblings.com/index.php/digital-home-gadgets/
http://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_rumah_tangga